Victo Glend

Long-Tail Keyword, Kenapa Bisa Menghasilkan Konversi Yang Lebih Baik? Victo Glend

Long-Tail Keyword, Kenapa Bisa Menghasilkan Konversi Yang Lebih Baik?

Klien saya dulu pernah bertanya, “Glend kok kamu lebih banyak menargetkan Long-Tail keyword dari pada kata kunci utama (Broad Keyword)?”.

Ini pertanyaan umum yang sering saya hadapi ketika menghadapi klien. Banyak dari mereka yang mungkin beranggapan bahwa dengan berfokus pada Broad Keyword yang secara statistik menghasilkan banyak volume pencarian setiap bulan. Pasti akan meningkatkan penjualan, traffic website, pendaftaran dan konversi.

Kamu tahu apa jawaban saya?

“Broad match hanya akan menghasilkan lebih banyak irrelevan traffic yang pada akhirnya hanya menaikkan traffic tetapi tidak menghasilkan konversi atau tindakan sesuai yang kita targetkan.” Victo Glend.

Waduh, bagaimana mungkin? pikir klien saya. “Coba deh Glend, kamu ke Mall. Ketika kamu melihat banyak pengunjung di satu toko, pasti penjualan juga tinggi dong. Ga masuk akal kalau toko yang sepi pengunjung memiliki lebih banyak penjualan dari pada yang rame. Logikanya begitu loh!”

Pelajari : Bagaimana Cara Melakukan Riset Kata Kunci

Nah, ketika kamu bertemu dengan klien yang seperti ini. Maka selamat, kamu sudah melakukan hal yang benar kok. Alasannya cukup sederhana, Saya sering sekali menerapkan strategi STP (Segmented, Targeting and Positioning) dimana setiap kata kunci dipilih berdasarkan segmentasi seperti industri, hobi, umur, pendapatan, daearah, atau mungkin pekerjaan.

Kemudian menargetkan kepada tindakan yang spesifik, misalkan kamu menargetkan orang yang ingin membeli, mendaftar, membagikan tautan, membaca, atau semacamnya. Terakhir positioning atau apa yang membuat kamu lebih berbeda. Misalkan lebih murah, hemat, diskon 70%, gratis ongkir, atau menjual produk dari brand terkenal.

Artinya, jika kamu ingin mendapatkan traffic dengan konversi yang tinggi sesuai dengan target yang kamu tetapkan. Maka gunakan strategi STP di SEO kamu. Caranya? Kamu tinggal menargetkan Long-Term Keyword dengan rumus berikut ini:

Long-Term Keyword (LTK) = Broad Keyword + Intent Keyword

Contoh :

Broad Keyword : SmartPhone Samsung S20 Ultra

Intent Keyword : Jual, Murah, Terbaik, Gratis Ongkir, Diskon xx%

Long-Term Keyword

  • Jual SmartPhone Samsung S20 Ultra
  • SmartPhone Samsung S20 Ultra Termurah
  • SmartPhone Samsung S20 Ultra Terbaik
  • SmartPhone Samsung S20 Ultra Gratis Ongkir
  • Diskon 90% SmartPhone Samsung S20 Ultra

Sudah paham kenapa Long-Term Keyword dapat menghasilkan traffic yang lebih baik?

Gak mungkin kamu ga paham dong, OKE aku akan coba jelaskan lebih simpel lagi.

Pertama lihat rumus yang saya gunakan untuk menghasilkan Long-Term Keyword. Dari strukturnya kamu sadar bahwa ada kata kunci intentional atau hal yang ingin di lakukan oleh pengguna. Sebagai contoh kata kunci utama adalah Samsung S20, kenapa Long-Terms keyword saya ada “Jual Samsung S20”?

Sederhananya, ketika saya ingin membeli Samsung S20 maka saya harus cari orang yang jual smartphone tersebut. Maka wajar jika saya sebagai pengguna menggunakan kata kunci Jual sebagai kata kunci intentional. Olehkarena intentional pengguna ingin membeli Smartphone, maka pastinya tingkat konversinya lebih tinggi.

Demikianlah penjelasan sederana yang bisa saya gambarkan kepada kamu semua yang mungkin masih bingung kenapa kamu harus menargetkan kata kunci Long-Tail keyword dari pada broad Keyword.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *